Sponsors Link

4 Penyebab Saraf Terjepit Di Pinggang Yang Tidak Disadari

Sponsors Link

Dewasa ini, semakin sering kita jumpai beberapa orang yang mengalami penyebab saraf terjepit di pinggang sehingga timbul sakit dan nyeri pinggang yang teramat sangat. Nyeri pinggang dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah saraf terjepit yang terjadi pada bagian pinggang seseorang. Pada dasarnya, ada perbedaan antara nyeri pinggang biasa dengan nyeri pinggang yang disebabkan oleh saraf terjepit.

ads

Umumnya, nyeri pinggang biasa berlangsung untuk sementara waktu dan rasa sakit yang dialami oleh penderitanya hanya ada di daerah pinggang saja. Nyeri pinggang biasa pun dapat hilang dengan sendirinya dan dapat diatasi dengan istirahat sesaat.

Lain halnya dengan syaraf kejepit di pinggang dimana rasa nyeri yang dialami oleh penderitanya bukan hanya berada di area pinggang saja, melainkan rasa nyeri tersebut bisa menjalar sampai ke kaki, atau ke bagian tubuh yang lainnya.

Lagipula, umumnya, rasa nyeri akibat saraf terjepit itu juga disertai dengan munculnya kesemutan, mati rasa, atau mungkin rasa panas dan terbakar, pada area tubuh tempat terjadinya saraf terjepit. Selain itu, nyeri pinggang yang disebabkan oleh saraf terjepit pada umumnya berlangsung dalam waktu yang relatiflama dan panjang, serta dapat hilang dan kambuh seiring dengan berjalannya waktu. Nyeri pinggang akibat saraf terjepit ini umumnya tidak dapat hilang jika tidak ada penanganan khusus yang dilakukan untuk mengobati saraf terjepit di pinggang.

Nyeri akibat saraf terjepit di bagian tubuh pinggang tentunya sangat menyiksa dan sangat mengganggu aktivitas Anda, serta membuat Anda berada dalam kondisi yang tidak nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu waspada terhadap hal-hal yang sekiranya dapat menyebabkan timbulnya saraf terjepit di pinggang. Beberapa penyebab saraf terjepit di pinggang antara lain sebagai berikut.

1. Semakin bertambahnya umur.

Salah satu penyebab timbulnya saraf terjepit di pinggang, ataupun di bagian tubuh lainnya, antara lain faktor bertambahnya umur atau usia, atau bisa juga disebut dengan faktor penuaan. Pada umumnya, semakin bertambahnya usia seseorang, maka akan semakin berkurang kinerja organ dan jaringan saraf pada tubuhnya termasuk terjadi penyebab penyakit tremor.

Tak hanya itu, pada orang yang semakin bertambah usia, kesehatan tulang dan sendinya pun akan semakin berkurang pula. Hal ini terutama terjadi pada orang yang memasuki usia lanjut.

Saat seseorang memasuki usia lanjut, ia akan mengalami keausan pada sendinya serta berkurangnya fleksibilitas. Selain itu, orang yang memasuki usia lanjut juga memiliki peluang besar untuk mengalami keropos tulang, kinerja otot yang melemah, serta kekuatan fisik.

Keadaan ini pun pada akhirnya membuat orang tua menjadi semakin sulit bergerak dan kaku, sehingga orang dengan usia lanjut memiliki peluang besar untuk mengalami saraf terjepit dimana saraf terjepit ini terjadi karena adanya tekanan dari jaringan lainnya yang ada di sekitar saraf tersebut.

Pada umumnya, saraf terjepit pun terjadi pada bagian tubuh pinggang sebab orang tua mulai kesulitan menggerakkan pinggangnya, terutama untuk posisi duduk, membungkuk, dan berdiri. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya orang tua tetap melakukan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Sponsors Link

2. Melakukan aktivitas atau olahraga berlebih.

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang sangat baik untuk dilakukan oleh semua orang dalam rangka menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, untuk menjaga kebugaran tubuh, seseorang perlu melakukan aktivitas lainnya dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga, bekerja, jalan kaki, dan lain sebagainya. Namun, dalam melakukan aktivitas dan olahraga, Anda disarankan untuk berhati-hati.

Artinya, saat beraktivitas atau berolahraga, Anda tidak seharusnya melakukan hal-hal yang terlalu berat dan berlebihan hingga cenderung menimbulkan cedera saraf terjepit bagi Anda, termasuk pada bagian tubuh pinggang.

Dalam hal ini, termasuk juga mengangkat benda berbeban berat, sebab untuk mengangkat benda berbeban berat tentunya diperlukan tenaga yang besar. Selain itu, Anda juga seharusnya berhati-hati dalam melakukan gerakan saat sedang beraktivitas, berolahraga, dan saat mengangkat benda-benda berat.

Kesalahan gerakan ini dapat mengakibatkan timbulnya cedera saraf terjepit dimana saraf terjepit ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa nyeri pada tubuh Anda. Untuk mengatasi hal ini, alangkah baiknya apabila Anda melakukan olahraga yang ringan saja demi mengurangi resiko terjadinya kerusakan macam-macam penyakit saraf dalam tubuh Anda, termasuk bagian tubuh pinggang.

ads

3. Mengalami obesitas.

Obesitas merupakan suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh seseorang, sehingga orang tersebut memiliki berat badan yang melebihi batas ideal. Obesitas dapat terjadi jika kita seringkali mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang tinggi dan tidak diimbangi dengan melakukan kegiatan yang sekiranya dapat membakar kalori.

Obesitas tentunya memicu timbulnyabanyak penyakit, termasuk penyakit saraf terjepit pada suatu bagian tubuh, misalnya di pinggang. Pada umumnya, seseorang dengan tingkat obesitas yang tinggi kurang melakukan gerakan atau olahraga. Kurangnya gerakan atau aktivitas olahraga ini pada akhirnya membuat bantalan antar tulang dalam tubuh menjadi lemah dan sulit digerakkan.

Dengan keadaan yang seperti ini, maka besarlah kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami pergeseran tulang yang bisa mengakibatkan munculnya saraf terjepit, terutama pada bagian tubuh pinggang. Untuk itu, jika Anda merasa bahwa Anda mengalami berat badan berlebih, maka Anda sebaiknya mulai mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi dan membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan sehat dan berserat.

Selain itu, Anda sebaiknya rutin berolahraga untuk membakar lemak yang telah masuk ke dalam tubuh sehingga terhindar dari resiko obesitas termasuk gejala awal stroke.

4. Mengalami peradangan pada sendi.

Radang sendi biasa disebut juga dengan istilah arthritis. Radang sendi atau arthritis ini merupakan suatu keadaan dimana terjadi peradangan atau inflamasi pada satu atau beberapa sendi yang ada dalam tubuh manusia. Penyakit radang sendi ini bisa menyebabkan sendi-sendi seseorang menjadi kaku, nyeri, bengkak, dan terasa hangat atau panas sehingga sendi pun menjadi sulit untuk digerakkan.

Pada umumnya, radang sendi ini terjadi di area tangan dan kaki. Radang sendi bisa terjadi karena ausnya bantalan sendi sehingga seseorang akan mengalami kesakitan saat sendi-sendinya bergesekan. Oleh karena itu, radang sendi yang dialami oleh seseorang bisa menyebabkan timbulnya saraf terjepit.

Kondisi ini bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, termasuk pada bagian tubuh pinggang. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang mengalami obesitas, pada orang lanjut usia, juga pada orang yang seringkali melakukan aktivitas fisik yang berlebihan atau seringkali mengangkat benda berat.

Untuk itu, agar terhindar dari radang sendi yang dapat mengakibatkan saraf terjepit ini, sebaiknya lakukan cara menyembuhkan saraf kejepit, antara lain dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang mengandung asupan gizi seimbang. Di samping itu,  sebaiknya selalu berhati-hati dalam melakukan gerakan.

Itulah beberapa penyebab saraf terjepit di pinggang. Sebagian besar memang tidak disadari. Namun ternyata dapat menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan saraf. Sehingga sebaiknya tidak diremehkan dan selalu berusaha dihindari.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Saraf Kejepit