Sponsors Link

15 Penyebab Demensia Wajib Diketahui Sebelum Menyerang

Sponsors Link

Demensia adalah salah satu penyakit yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang. Demensia sebenarnya bukan sebuah penyakit yang dapat menyerah tubuh sendiri. Penyakit ini akan mempengaruhi kualitas memori dari seseorang. Sehingga lambat laun akan mengalami penurunan daya ingatannya.

ads

Penyebab Penyakit Demensia

Berikut adalah beberapa penyebab demensia yang bisa saja menyerang orang-orang disekitar Anda:

  1. Terkena penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah pering yang dapat mengakibatkan demensia bagi orang yang sudah lanjut usia. Penyakit ini disebabkan adanya masalah pada kerusakan otak yang kemudian menggangu dan menyebabkan terjadi penumpukan protein pada otak. Sehingga kondisi ini mengakibatkan sel otak tidak dapat bekerja dengan baik. Kerusakan seperti ini biasanya dapat menyerang bagian hippocampus yang merupakan pusat dari memori penyimpatan dalam otak.

  1. Mengalami depresi

Tanpa disadari ternyata kondisi depresi dapat menyebabkan adanya demesia. Penelitian yang para ahli lakukan membuktikan bahwa depresi bisa saja menjadi salah satu gejala awal pada penyakit demensia. Perkembangannya bisa mencapai waktu 5 tahun. Depresi yang terus terjadi akan berkembang dan menyebabkan terjadinya kerusakan otal.

  1. Efek samping karena penggunaan obata penurun kolesterol

Penyebab demensia selanjutnya adalah dapat disebabkan karena adanya efek samping dari penggunaan obat penurun koresterol dengan berkelanjutan. Kondis seperti ini dapat terjadi saat orang yang mempunyai banyak sekali koleterol dan sudah menumpuk pada bagian otaknya. Bahkan kolesterol juga dapat menumpuk di dalam arteri sehingga akan menyebabkan adanya kelemahan pada sistem otak. Penekanan kolesterol yang ada di dalam tubuh menggunakan obat-obatan akan membuat kemampuan pada otak semakin menurun. Kondisi ini akan berlangsung secara perlahan, sehingga efek sampingnya juga akan memakan waktu yang lama.

  1. Terlalu banyak meminum alkohol

Mereka yang terlalu banyak meminum alkohol dan sudah kecanduan juga bisa mendapatkan gejala demensia. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan terserah langsung melalui pembuluh darah. Apabila hal ini terus berlangsung, maka efek sampingnya bisa mengakibatkan kondisi organ dala tubuh semakin memburuk. Jantung yang berusahan memompa darah dan disalurkan ke bagian tubuh termasuk otak, akan menyalurkan kadar alkohol sampai ke otal. Saat bagian otak yang memiliki peran untuk menyimpan memori, maka dampak alkoholnya akan mengakibatkan penurunan funsi otak.

  1. Adanya gangguan tiroid

Gangguan yang menyerang pada metabolism tubuh dapat mengakibatkan kelainan pada sistem endokrin yang dapat menyebabkan terajadinya demensia. Hal ini disebabkan karena penderita yang mengalami gangguan pada tiroid kemungkinan mempunyai kadar gula yang sangat rendah, sehingga cukup menghambat pada penyerapan nutrisinya. Selain itu, orang yang mengalami gangguan tiroid juga kemungkinan mempunyai kandungan natrium dalam tubuh yang sangat sedikit atau sangat banyak. Sehingga hal ini bisa menyebabkan melemahnya fungsi otak.

Sponsors Link

  1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan gizi atau nutrisi juga dapat mengakibatkan terjadinya demensia. Kondisi ini biasanya akan berhubungan dengan kebiasaan penderita yang kurang minum, selalu minum alkohol sehingga nafsu makannya menjadi sangat buruk. Akibatnya tubuh akan semakin kekurangan nutrisi.

  1. Mempunyai penyakit vascular

Semua jenis penyakit tentunya akan mempunyai banyak resiko. Salah satunya adalah vascular yang dapat mengakibatkan demensia pada penderitanya. Penyakit ini mengakibatkan adanya kerusakan otak yang mengakibatkan darah tidak dapat sampai pada bagia otak dengan menyeluruh termasuk pada bagian memorinya. Kondisi ini cukup sering terjadi pada penderita yang memiliki tekanan darah tinggi dan juga gangguan pada jantung. Perkembangan demensia dapat terjadi setelah adanya serangan, baik secara menyeluruh ataupun secara bertahap.

  1. Menderita penyakit huntington

Ini merupakan salah satu penyaki yang dapat mengakibatkan adanya kerusakan pada sel saraf bagian otak dan sum-sum tulang belakang. Kondisi seperti ini akan berlangsung secara bertahap di usia 30 tahun sampai 40 tahun. Penyakit seperti ini dapat mengakibatkan penderita mengalami gangguan pada penurunan memorinya. Mereka juga akan mengalami kesulitan saat akan melakukan aktifitas termasuk gerakan dan juga emosinya sangatlah tidak stabil.

  1. Mengalami cedera pada bagian otak

Orang yang pernah mendapatkan cedera pada bagian otak secara berulang ulang, akan sangat beresiko terkena demensia. Kondisi trauma seperti ini, akan sering dialami oleh para atlit sebab kepalanya sering digunakan, baik untuk menyundul atau apapun. Perkembangan mendapatkan demensia juga tidak secara langsung, namun dengan bertahap dan dapat dipengaruhi oleh letak cedera pada kepala. Gejala awal pada demensia contohnya adalah sering lupa, adanya gangguang emosi yang tidak pernah stabil, sering kesemutan, ingatan semakin lemah, dan sulit berbicara.

  1. Menderita penyakit creutzfeldt jacob

Ini merupakan penyaki yang mengakibatkan adanya gangguan langka pada bagian otak. Penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa bagian otak mendapatkan penumpukan protein yang terlalu berlebihan. Penyakit creutzfeldt Jacob juga bisa disebabkan karena adanya faktor keturunan atau ada penyakit lain yang menyerang pada bagian otak dan juga system syarafnya. Perkembangan penyakit ini biasanya akan menimpa orang tua pada usia 50 tahun ke atas. Untuk tahap awalnya, gejala dari penyakit ini adalah adanya penurunan memori otak dan juga terganggungan penglihatan serta kesulitan untuk berkomunikasi.  Jika penyakit ini terus mengalami pengembangan maka infeksinya akan semaki buruk.

  1. Infeksi yang mengakibatkan lemahnya kekebalan pada tubuh

Orang yang mendapatkan infeksi lalu mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh juga sangat rentan untuk terkenan demensia. Gejala awalnya memang sangatlah ringan, seperti demam biasa. Namun saat tubuh Anda sedang mengalami demam, sebenarnya tubuh sedang melakukan perlawanan pada infeksi dengan sangat kuat. Kemudian saat kondisi tertentu, demam juga dapat menjadi salah satu tanda adanya infeksi yang terjadi pada bagian otak. Beberapa penyakit yang disebabkan karena infeksi dan sering menyebabkan bagian otak rusak adalah meningitis.

Sponsors Link

  1. Mengalami hematoma subdural

Hematoma subdural adalah salah satu kondisi yang akan mengakibatkan terjadinya pendarahan pada bagian otak, sehingga akan mengakibatkan adanya kerusakan pada sistem otak dalam jangka waktu yang lama. Perkembangan kondisi ini dapat mengakibatkan penderita megalami demensia. Sehingga penyakit demensia dapat terjadi karena adanya kondisi lanjutan kerusakan otak.

  1. Keracuna karena logam berat

Orat yang mengalami keracunan karena logam berat juga bisa sangat beresiko terkenan demensia. Hal ini dapat terjadi saat logam berat seperti pestisida dan timbal untuk tanaman masuk dan diserap oleh tubuh secarang langsung. Racung yang  masuk dalam tubuh akan menyebabkan adanya pendarahan di bagian otak. Sehingga akan mengakibatkan kerusakan yang parah pada bagian otak. Kemudian dalam waktu yang lebih lama lagi, penderita dapat mengalami kondisi kejang pada bagian otak dan mengalami kerusakan otak disertai gangguan lemahnya sistem memori. Kondisi ini biasanya kebanyakan terjadi pada orang yang sehari-harinya bekerja di lingkungan logam berat pada sebuah industry.

  1. Gaya hidup yang tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat juga mengakibatkan seseorang bisa cepat terkenan demensia. Asupan makanan yang mengandung zat berbahaya bisa menyebabkan terjadinya ganggua pada bagian otak. Sehingga resiko terkenan demensia akan semakin tinggi

  1. Menyepelekan gejala demensia

Banyak orang tidak terkecuali saat mereka masih mudah, mereka menyepelekan gejala-gejala kecil penyebab demensia. Sehingga jika gejala tersebut semakin berkembang, malah akan semakin benar-benar membahayakan bagi perkembangan penyakit demensia.

Itulah beberapa beberapa penyebab penyakit demensia yang jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada otak. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi salah satu acuan Anda untuk tetap menjaga kesehatan.

, , ,
Oleh :
Kategori : Demensia