Sponsors Link

8 Penyebab Cerebral Palsy Spina Bifida Paling Banyak Terjadi

Sponsors Link

Penyebab cerebral palsy spina bifida sebenarnya terdiri dari berbagai macam faktor resiko. Spina bifida sendiri cenderung mengacu pada kondisi kelainan pada bayi lahir. Dalam arti termasuk macam-macam penyakit saraf. Berikut ini beberapa macam faktor penyebab cerebral palsy spina bifida pada seseorang.

ads

1. Kurangnya kandungan asam folat

Seseorang bisa saja menderita gangguan cerebral palsy spina bifida karena kekurangan kadar asam folat. Kekurangan asupan asam folat ini terutama terjadi di masa kehamilan ibu. Oleh karena itu masa kehamilan sebenarnya merupakan masa yang penting dan benar-benar harus diperhatikan.

Ibu hamil sudah seharusnya memperhatikan pola makan serta mengonsumsi beberapa nutrisi yang diperlukan dengan jumlah yang cukup termasuk asam folat. Kandungan asam folat yang cukup tentu saja dapat menurunkan resiko bayi lahir cacat termasuk spina bifida.

Sebaliknya bila kandungan asam folat kurang dan tidak mencukupi kebutuhan maka akan terjadi defisiensi asam folat yang akan memicu terjadinya spina bifida. Selain spina bifida ternyata kekurangan asam folat juga bisa menyebabkan terjadinya beberapa jenis kecacatan lainnya misalnya seperti kecacatan tabung saraf lainnya.

2. Faktor keturunan atau genetika

Beberapa gangguan atau kelainan atau cacat memang sering kali terjadi pada seseorang karena adanya faktor keturunan. Hal ini tampaknya berlaku pula bagi kasus cerebral palsy spina bifida yang bisa dialami oleh bayi baru lahir. Spina bifida diketahui cenderung memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terjadi pada seseorang dengan riwayat keluarga spina bifida.

Umumnya orang tua yang pernah memiliki anak dengan kondisi spina bifida bisa saja memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kembali memiliki bayi yang memiliki kelainan sama dengan anak sebelumnya. Spina bifida juga beresiko lebih tinggi terjadi pada bayi lahir dengan riwayat anggota keluarga yang memiliki kelainan sama dengannya. Demikian pula bisa saja penderita cerebral palsy mewariskan gen kelainan tersebut pada keturunan selanjutnya.

3. Obat-obatan jenis tertentu

Kelainan cerebral palsy spina bifida ternyata tidak hanya terjadi karena adanya gen dan kurangnya asupan akan nutrisi tertentu. Namun ternyata kelainan berupa spinal bifida tersebut juga bisa saja terjadi karena adanya dampak atau efek samping dari konsumsi terhadap beberapa jenis obat-obatan tertentu. Misalnya saja obat asam valproat yang biasanya dijadikan sebagai resep untuk mengatasi epilepsi.

Ada pula obat lainnya yaitu carbamazepine yang juga bisa digunakan untuk meredakan gejala awal epilepsi atau gejala gangguan mental pada seseorang. Jenis obat tersebut juga sering kali dikonsumsi oleh orang yang menderita gangguan bipolar untuk lebih menenangkan dirinya. Tentunya obat-obatan tersebut harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter agar tidak sampai menimbulkan efek samping pada pasien spinal bifida.

4. Penyakit diabetes

Diketahui bahwa orang dengan jenis kelamin wanita umumnya lebih beresiko mengalami ciri-ciri cerebral palsy spina bifida. Terutama bila wanita tersebut mengalami adanya gejala diabetes yang tentunya cukup berbahaya baik bagi dirinya sendiri maupun pada orang lain.

Diketahui pula bahwa wanita atau ibu hamil yang mengidap diabetes cenderung memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi adanya kelainan spina bifida. Penyakit diabetes memang merupakan jenis penyakit yang berbahaya. Penyakit jenis ini bahkan bisa memberikan efek samping pada bayi yang lahir dari rahim penderita diabetes.

Sponsors Link

Beberapa bayi yang lahir dari rahim seorang wanita penderita diabetes juga berpeluang untuk mengalami kelainan jenis lainnya atau bisa juga mengalami suatu jenis penyakit tertentu dan mengalami reaksi alergi yang berlebihan. Oleh karena itu kesehatan tubuh ibu hamil perlu lebih diwaspadai.

5. Kondisi obesitas di masa sebelum kehamilan

Selain beberapa jenis penyakit tertentu tampaknya cerebral palsy spina bifida juga beresiko terjadi karena adanya obesitas. Obesitas bisa dimaknai sebagai kondisi berat badan berlebih. Obesitas bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai hal dan kondisi misalnya seperti pola makan yang salah.

Obesitas bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada ibu hamil. Pada kasus ibu hamil yang mengalami obesitas diketahui bahwa ibu hamil tersebut berpeluang tinggi untuk memiliki bayi dengan adanya kondisi kelainan seperti misalnya kelainan spina bifida.

Tidak hanya itu namun bayi yang lahir saat ibu berada dalam kondisi obesitas juga berpeluang menderita kecacatan dengan jenis lainnya. Untuk menghindarinya maka Anda bisa melakukan konsultasi gizi pada dokter ataupun pada beberapa orang yang ahli di bidangnya.

ads

6. Infeksi dalam kandungan

Infeksi dalam kandungan bisa saja menyerang janin yang ada di dalam rahim seorang ibu. Infeksi bisa saja terjadi karena disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun jenis parasit lainnya. Contoh infeksi tersebut antara lain seperti rubella ataupun toksoplasma atau bisa juga beberapa jenis infeksi virus lainnya. Infeksi memang berbahaya jika sampai terjadi pada ibu hamil.

Oleh karena itu ibu hamil tidak boleh menyepelekan berbagai jenis penyakit yang dialaminya karena bisa saja penyakit terebut mengakibatkan bayi mengalami suatu jenis kelainan. Selain karena adanya infeksi tampaknya kasus penyebab cerebral palsy spina bifida juga cenderung terjadi pada wanita hamil yang sering kali terkena paparan radiasi secara berlebih.

7. Bayi lahir prematur

Beberapa kondisi bayi pada saat lahir sebenarnya bisa saja merupakan faktor terjadinya kelainan pada anak. Terutama bila bayi lahir prematur dengan berat badan yang ada di bawah rata-rata. Bayi lahir prematur akan tampak lebih kecil dari bayi sebayanya yang normal.

Tidak hanya itu namun bayi lahir prematur juga beresiko mengalami kondisi kelainan lainnya. Untuk itu ibu hamil perlu selalu memperhatikan kondisi kehamilannya agar bayi dapat lahir selamat dan dengan kondisi normal dan sehat. Kelainan spina bifida juga bisa saja terjadi pada bayi lahir dengan kondisi buruk lainnya.

Misalnya saja seperti keracunan air ketuban atau bisa juga karena kekurangan oksigen. Dalam hal ini sebaiknya ibu hamil selalu menjaga kehamilannya agar tidak sampai membuat bayi mengalami cerebral palsy spina bifida ataupun kelainan jenis lainnya.

8. Pernah mengalami benturan keras

Kelainan cerebral palsy spina bifida juga bisa terjadi pada anak ataupun orang dewasa yang pernah mengalami cedera di bagian otaknya. Hampir setiap orang pernah mengalami luka atau benturan pada bagian kepalanya. Namun benturan yang keras ternyata dapat beresiko menimbulkan cedera pada otak seseorang.

Jika otak sampai mengalami kerusakan maka sudah tentu penderitanya tidak dapat melakukan berbagai aktivitas dengan normal. Sebab gegar otak ringan berpengaruh pada seluruh sistem organ yang ada di dalam tubuh manusia. Jika otak mengalami kerusakan maka daya kognitif dan gerak motorik juga akan mengalami penurunan fungsi.

Penyebab cerebral palsy spina bifida seperti yang telah dijabarkan di atas sebaiknya selalu diwaspadai agar Anda tidak sampai mengalami kelainan spina bifida. Sebaiknya Anda juga selalu memperhatikan pola hidup dengan mengutamakan gaya hidup sehat dan selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

, , ,
Oleh :
Kategori : Cerebral Palsy