Sponsors Link

15 Pencegahan Epilepsi Paling Mudah Dilakukan

Sponsors Link

Pencegahan epilepsi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Paling tidak penderita epilepsi dapat mengetahui dengan pasti gejala apa yang pasti dialaminya saat gejala epilepsi menyerang. Dengan demikian penderita tersebut dapat melakukan berbagai hal sebelum gejala tersebut menyerang. Adapun beberapa tips untuk pencegahan epilepsi adalah sebagai berikut.

ads

1. Diet Keto

Diet ini dilakukan oleh pasien dengan pengawasan dokter atau ahli gizi. Umumnya diet dimulai di rumah sakit lalu akan dilanjutkan di rumah agar epilepsi dapat sembuh. Selama menjalani proses diet pasien harus bisa membatasi asupan karbohidrat dan lebih berfokus pada lemak semacam kalori. Diet ini tidak mudah dan perlu dilakukan secara konsisten.

2. Latihan Reguler

Penderita epilepsi seharusnya tidak membuang waktu dengan tidur dan beristirahat di sepanjang waktu. Walaupun sedang mengalami penyakit namun tubuh juga harus tetap bergerak dan berkeringat. Oleh karena itu penderita tetap harus melakukan olahraga. Namun jenis olahraga yang dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan.

3. Menghindari Stres

Stres harus dikelola dengan baik agar tidak berpengaruh terhadap otak dan tidak membuat timbulnya resiko kejang yang tidak diinginkan. Sebaiknya hadapi setiap permasalahan yang ada dengan santai. Jangan biarkan perasaan yang buruk berpengaruh pada emosional dan pikiran. Jangan pula berpikir mengenai banyak hal. Cobalah untuk selalu tenang dan memiliki pemikiran yang positif.

4. Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat umumnya meliputi pola makan yang sehat. Pola hidup yang sehat tentunya akan bermanfaat dalam mengelola kejang dan ciri-ciri epilepsi. Makanlah makanan yang sehat dan bergizi. Mengonsumsi vitamin juga diperlukan agar tubuh menjadi segar. Konsumsi vitamin D sebaiknya ditingkatkan agar serangan kejang yang terjadi tidak sampai merusakkan tulang penderita. Selain itu hindarilah pula alkohol serta beberapa makanan atau minuman yang tidak sehat.

5. Hindari Cedera Kepala

Cedera kepala dapat menyebabkan terjadinya serangan epilepsi. Untuk menghindari suatu cedera maka hal yang harus dilakukan adalah mengatasi dan melakukan segala sesuatu dengan benar. Berhati-hatilah dalam melakukan segala sesuatu ataupun saat mengendarai kendaraan di jalan. Jangan sampai kepala terbentur atau jatuh hingga terluka. Sebab jika kepala mengalami gegar otak ringan maka saraf otak bisa jadi mengalami gangguan sehingga beresiko menimbulkan penyakit epilepsi.

6. Perawatan Prenatal

Anak-anak pada dasarnya rentan terhadap epilepsi. Namun hal ini bisa dicegah melalui berbagai cara dalam melakukan asuhan prenatal dengan sebaik-baiknya. Ibu yang sedang mengandung sebaiknya berkonsultasi degan dokter mengenai diet yang harus dilakukan serta suplemen apa yang harus dikonsumsi.

Sponsors Link

Selain itu ibu hamil sudah seharusnya menjaga gaya hidup sehat agar bayi yang lahir nantinya dalam keadaan sehat. Denagn kata lain kesehatan bayi dapat dipersiapkan semenjak bayi masih berada di dalam kandungan. Ibu hamil juga bisa mendapatkan vaksinasi dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi selama masa kehamilan.

7. Mencegah Stroke

Gejala awal stroke dapat menyebabkan terjadinya epilepsi pada seseorang. Oleh karena itu sebaiknya cegahlah stroke dengan cara memiliki gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat ini tentu saja akan menekan terjadinya tekanan darah tinggi serta kolestrol tinggi.

Penyakit jantung juga tentunya tidak akan menyerang orang yang memiliki gaya hidup sehat. Hindarilah pula obesitas dengan menjaga pola makan yang sehat misalnya dengan mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi sayuran serta buah-buahan. Dengan mencegah terjadinya beberapa penyakit tersebut maka tubuh akan selalu sehat serta bahaya epilepsi tidak akan mengancam.

8. Cuci Tangan

Jika penyebab epilepsi adalah infeksi maka tentu saja hal ini bisa diatasi dengan meningkatkan kebersihan pribadi. Kebersihan dapat ditingkatkan melalui berbagai cara. Diantaranya adalah mencuci tangan dengan menggunakan sabun pembersih setalah pulang dari bepergian.

Mencuci tangan terutama harus dilakukan sebelum sesorang makan atau memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Selain itu makanan juga perlu dijaga kebersihannya. Jangan sampai makanan atau minuman yang dikonsumsi tidak bersih dan terinfeksi oleh virus ataupun bakteri yang tak terlihat oleh mata.

ads

9. Posisi Tidur Benar

Tidur merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengistirahatkan tubuh. Terutama tidur di malam hari. Milikilah kualitas tidur yang baik agar tubuh menjadi sehat dan terhindar dari stres. Jadwal dan jam tidur juga bisa diatur dan dilakukan dengan konsisten. Hal ini dapat membuat pikiran dan tubuh menjadi segar saat bangun dan menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan memiliki kualitas tidur yang baik maka gejala epilepsi kemungkinan besar tidak akan menyerang.

10. Waspada Gejala Kejang

Gejala macam-macam kejang yang pernah terjadi atau pernah dialami oleh penderita sudah seharusnya diperhatikan dan lebih diwaspadai.Hal ini bertujuan agar penderita dapat meminimalkan gejala yang mungkin saja bisa menyerang sewaktu-waktu. Misalkan saja saat penderita merasa akan mengalami gejala kejang maka penderita bisa segera minum obat yang telah diresepkan oleh dokter. Dengan mengenal dan mewaspadai gejala kejang maka resiko epilepsi dapat tertangani dan teratasi dengan baik.

11. Berbaring

Bila penderita merasakan adanya gejala epilepsi yang akan menyerang maka sebaiknya penderita mencoba untuk berbaring dengan rileks. Hal ini dapat dilakukan dengan tujuan agar penderita berada pada posisi yang aman saat gejala epilepsi datang menghampiri. Selain itu dengan berbaring di tempat yang aman maka penderita akan terhindar dari luka selama ia mengalami serangan dari gejala epilepsi.

12. Menghindari Cat

Beberapa produk cat bisa menyebabkan terjadinya keracunan timbal pada seseorang. Keracunan ini bisa menyebabkan seseorang menjadi kejang. Oleh karena itu bagi penderita epilepsi sebaiknya menghindari berbagai produk cat yang beresiko menimbulkan gejala kejang. Pastikan agar penderita epilepsi tidak bersentuhan dengan cat dan tidak berhadapan langsung dengan timbal.

13. Menangani Cedera

Jika pernah mengalami luka dan trauma fisik pada kepala sebaiknya rawatlah luka tersebut dengan baik. Sebab trauma fisik bisa saja menyebabkan kerusakan pada otak. Semakin besar trauma fisik yang pernah dialami maka semakin besar pula resiko bagi seseorang untuk mengalami serangan epilepsi.

14. Vaksinasi

Infeksi penyebab epilepsi bisa saja menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Hal ini termasuk pula anak-anak. Anak-anak bisa saja terserang epilepsi bahkan anak-anak merupakan golongan yang rawan terserang epilepsi. Untuk mencegahnya maka orang tua bisa memastikan anaknya telah mendapatkan vaksinasi sejak kecil. Pemberian vaksinasi ini diberikan dengan tujuan utama mencegah anak terinfeksi epilepsi.

15. Konsumsi Obat

Penderita epilepsi sudah seharusnya melakukan pemeriksaan ke dokter agar penyakitnya tersebut dapat ditangani secara medis. Dokter tentu saja akan memberikan beberapa resep obat pada pasien sehingga kecil kemungkinan terjadinya serangan epilepsi. Namun pemakaian obat harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Pencegahan epilepsi perlu dilakukan oleh penderita epilepsi. Tentunya berbagai bentuk pencegahan tersebut dapat dilakukan jika penderita bisa meningkatkan kewaspadaannya terhadap kondisi dirinya. Selain itu juga perhatian dari orang yang ada di sekitarnya. Sehingga resiko epilepsi dapat dicegah sejak dini.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Epilepsi