Sponsors Link

6 Ciri-Ciri Autis Pada Orang Dewasa yang Jarang Ditemui

Sponsors Link

Tidak banyak orang mengetahui bahwa sebenarnya autis tidak hanya terjadi pada anak-anak saja. Walaupun jarang terlihat, tetapi sebenarnya ada beberapa ciri-ciri autis pada orang dewasa jika diperhatikan dengan seksama. Tentunya kondisi ini tidak terjadi tanpa sebab. Oleh sebab itu kebanyakan penderita autisme saat dewasa diakibatkan pembawaan dari sejak masa kanak-kanak.

ads

Sehingga jika belum sembuh total, maka gejala autisme tersebut akan cepat muncul kembali dan bertahan hingga mereka berusia dewasa. Tentu menimbulkan rasa penasaran yang besar akan hal tersebut bagi yang belum mengetahuinya. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya, simak berikut ini beberapa ciri-ciri autis pada orang dewasa yang banyak terjadi.

1. Acuh Terhadap Sekitar

Ciri yang paling utama dan bisa terlihat dengan jelas adalah sifat dari orang tersebut yang berlebihan acuh pada orang-orang di sekitarnya. Hal ini karena penderita autis umumnya sangat mempedulikan kondisi dirinya saja dan tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Tentu hal ini umum saja mengetahui ada banyak orang yang acuh atau cuek terhadap orang lain.

Tetapi jika diperhatikan, orang dewasa yang mengidap autis akan cuek berlebihan dan tidak wajar. Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan apabila ada teman, rekan atau kerabat yang berusia dewasa dan memiliki pola perilaku yang demikian. Maka tentu bisa jadi orang tersebut dapat dikategorikan mengidap autisme.

Sebaiknya arahkan mereka untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan jangan justru tidak diperhatikan. Karena memang kondisi macam-macam penyakit saraf ini membutuhkan perhatian pula dari orang lain yang ada di sekitarnya.

2. Mudah Sakit Kepala

Penderita autisme umumnya tidak hanya menunjukkan gejala psikologis saja. Namun ada beberapa kondisi fisik yang harus mereka alami akibat penyakit dan kerusakan sistem saraf mereka yang tidak normal. Oleh sebab itu salah satu ciri-ciri autis pada orang dewasa yaitu sering mengeluh mengalami sakit kepala. Terutama dalam hal ini mereka cenderung mengalami serangan sakit kepala secara mendadak dan sakitnya tidak tertahankan.

Hal ini adalah salah satu ciri fisik yang sangat mudah untuk dikenali. Jika ada seseorang dengan kondisi tersebut, mengeluh sakit di kepalanya secara intens dan berulang-ulang, maka bisa jadi orang tersebut mengidap autisme. Tentu dibutuhkan pemahaman riwayat kesehatan seseorang di masa lalu. Karena sakit kepala bisa jadi menunjukkan berbagai macam penyakit yang tidak hanya mengarah pada penyakit autisme.

3. Alergi Makanan Tertentu

Orang dewasa yang mengalami autis umumnya akan mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu. Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan jika salah satu kerabat sering kali menghindari makanan tertentu. Bisa jadi bukan karena tidak menyukai jenis makanan itu, tetapi karena pantangan yang mengharuskan untuk menghindari berbagai macam makanan dengan kandungan terutama seperti gluten yang berlebihan. 

Sponsors Link

Oleh sebab itu penderita penyebab autisme seharunya mengontrol dan menjaga asupan makanan harian yang mereka terima. Supaya kemungkinan tercetus kondisi penyakitnya termasuk mengalami efek samping seperti pusing dan sakit kepala dapat dihindari.

Hal ini terutama biasanya para penderita autisme akan menghindari berbagai macam olahan dari tepung dan beberapa jenis buah-buahan tertentu seperti misalnya buah pisang. Mereka cenderung mengkonsumsi makanan diet tertentu yang nutrisinya sudah sesuai dengan yang disarankan oleh dokter.

4. Lebih Senang Menyendiri

Secara sosial, umumnya orang yang menderita autisme akan sering kali lebih memilih dan lebih senang untuk menyendiri. Oleh sebab itu tentu ada beberapa orang di sekitar kita yang mengalami kondisi tersebut dan jarang dapat berbaur dengan komunitas yang ada di sekelilingnya. Hal ini karena penderita autisme akan lebih fokus terhadap kegiatan yang mereka sukai saja.

Sehingga sulit bagi mereka untuk membagi konsentrasi dengan melakukan hal yang lain seperti misalnya bergaul dengan orang lain atau bersama-sama dengan orang lain. Secara tidak langsung memang penderita autisme ini memiliki dunia sendiri yang bisa jadi tidak pada umumnya atau berbeda kesenangan dengan orang lain.

Sehingga mereka memilih untuk melakukan apa yang menjadi tujuan mereka sendiri dari pada harus bergabung dengan orang lain. Selain itu secara psikologis mereka susah untuk memahami maksud dari orang lain. Sehingga pilihannya adalah melakukan banyak hal sendiri dan tidak atau jarang bergaul dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

ads

5. Hiperaktif

Beberapa orang mungkin tidak menyangka bahwa penderita bahaya autisme bisa juga memiliki ciri yang unik yaitu hiperaktif. Sehingga sebenarnya ada dua kategori penderita autisme. Yang pertama tipe penyendiri dan lebih banyak diam seperti yang telah diinformasikan di atas sebelumnya.

Kemudian tipe yang kedua, walau tetap lebih suka menyendiri, tetapi dia cenderung hiperaktif dan tidak bisa diam. Dengan kata lain sering kali penderita autisme dengan kondisi yang seperti ini biasanya akan lebih terlihat sibuk melihat satu hal dan hal yang lain. Tetapi sebenarnya mereka susah untuk fokus dan gampang mengalami ditraksi. Hal ini karena mereka memiliki pemikiran yang unik akan suatu konsep di sekitarnya.

Sehingga misalnya penasaran akan suatu hal dan tidak bisa diam dalam arti berusaha untuk memperbaiki suatu benda atau mencari tahu lebih detail mengenai benda yang ada di sekitarnya. Jika menemui kerabat yang seperti ini maka kemungkinan besar dia mengalami autisme dengan ciri yang hiperaktif.

6. Sulit Komunikasi

Ciri terakhir yang biasa ditemui pada para penderita autisme yaitu sulitnya mereka dalam mengungkapkan komunikasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Kebanyakan orang dengan penyakit autisme akan merasa minder terhadap lingkungan di sekitarnya karena menganggap bahwa dirinya unik dan berbeda tidak pada umumnya.

Oleh sebab itu sebaiknya hal ini membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga jika menemui penderita autisme maka jangan langsung diacuhkan sehingga mereka merasa sendiri. Selalu ajak mereka dan dorong mereka untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga kondisi psikologis mereka lebih baik dan mereka akan merasa diterima oleh orang lain di sekitarnya.

Dengan perhatian dari berbagai macam pihak yang ada di sekitarnya, maka penderita autisme tentunya akan jauh lebih nyaman saat harus berinteraksi dengan orang lain. Hal ini memicu mereka untuk belajar mengungkapkan pemikirannya tanpa harus merasa takut atau minder.

Itulah beberapa ciri-ciri autis pada orang dewasa yang sering kali terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari sepenuhnya. Tentu dukungan dari sahabat dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan oleh para penderita gejala autisme tersebut. Sehingga sebaiknya jika menemukan kerabat dengan kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan pendekatan dan ajak mereka untuk melakukan terapi dan sosialisasi.

Dengan perhatian yang penuh dari pihak-pihak di sekeliling penderita, tentu penyakit autisme ini bisa diminimkan efeknya dan sebisa mungkin mengarah pada kemungkinan untuk sembuh. Sehingga aktifitas yang harus dijalani oleh penderita pada setiap harinya tidak mengalami kesulitan dan tetap dapat berlaku normal seperti orang lain pada umumnya.

, , ,
Oleh :
Kategori : Autisme