Sponsors Link

11 Cara Mengajar Anak Autis Bicara Yang Mudah Dan Efektif

Sponsors Link

Cara mengajar anak autis bicara bisa dilakukan dengan berbagai macam metode. Berlatih bicara memang tidak mudah terutama bagi anak yang menderita kelainan autis. Oleh karena itu proses belajar bicara sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah yang menyenangkan bagi anak. Berikut ini beberapa cara mengajar anak autis bicara yang mudah untuk dilakukan.

ads

1. Menyisipkan permainan di dalam pembelajaran.

Anak yang menderita autisme memang tidak bisa belajar dengan lancar seperti halnya anak normal. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Salah satu metode pembelajaran yang tentunya menyenangkan bagi semua anak adalah dengan menyisipkan sebuah permainan di dalamnya.

Carilah beberapa permainan yang berkaitan dengan bahasa dan berikan pada anak saat sedang belajar. Tentu anak tidak akan bosan saat belajar berbicara. Selain itu anak akan menjadi lebih bersemangat terutama bila permainan tersebut sangat disukainya.

2. Menenangkan anak terlebih dahulu.

Seorang anak perlu berada dalam kondisi yang tenang saat belajar. Dengan adanya kondisi yang baik dan tenang maka apa yang dipelajari tentu akan lebih mudah dimengerti dan dipahami. Demikian pula halnya dengan belajar bicara. Saat anak berada dalam kondisi tenang maka ia akan dapat berkonsentrasi dengan lebih mudah.

Hal ini terutama perlu diterapkan pada anak autis yang memiliki emosi labil dan lebih cepat marah. Jika anak sedang dalam kondisi marah maka sebaiknya tenangkanlah dirinya terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan dan proses pembelajaran.

3. Menggunakan bahasa tanpa suara.

Anak yang menderita kelainan bahaya autisme sebenarnya memiliki kondisi yang sama dengan anak lainnya. yaitu merekam berbagai kata dan kalimat yang diucapkan oleh orang di sekitarnya ke dalam memorinya. Jadi Anda bisa coba mendorong anak untuk bicara misalnya dengan cara menggunakan bahasa tanpa suara.

Gerakkan tubuh Anda untuk memancing emosi anak sehingga anak semakin ingin dan berusaha untuk bersuara. Gerakan tubuh yang ditunjukkan pada anak tentunya akan membuat anak menjadi terpancing sehingga ia ingin mengeluarkan suara dan bicara.

4. Memberi waktu pada anak.

Melatih anak penderita autis tentu saja sangat membutuhkan banyak kesabaran. Sebab melatih penderita autis tentu saja tidak sama dengan melatih anak normal. Penderita autis umumnya memiliki kemampuan motorik yang lebih lambat karena adanya gangguan pada saraf di area otak.

Maka tidak seharusnya Anda melatih anak dengan emosi. Anda harus menjadi lebih sabar dan memberikan banyak waktu pada anak agar dapat belajar dengan baik. Dengan demikian maka anak tidak akan menjadi tertekan dan tidak akan menjadi trauma.

Sponsors Link

5. Mengajarkan bahasa yang sederhana.

Beberapa teknik atau metode dalam melatih anak penderita penyebab autisme supaya berbicara dapat diterapkan dengan cukup mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai macam bahasa yang singkat dan mudah untuk dimengerti oleh anak.

Untuk itu Anda bisa mengawalinya dengan cara mengikuti kata-kata yang diucapkan oleh anak lalu melakukan peragaan di depan anak agar anak bisa semakin memahami bahasa yang harus diucapkannya. Cara ini dipercaya dapat berfungsi dengan baik dan melatih anak agar dapat berkomunikasi secara lebih lancar.

6. Mengetahui keinginan anak.

Seorang anak yang menderita autis umumnya tidak dapat dengan mudah masuk ke dalam sebuah situasi atau kondisi tertentu. Misalnya saja situasi belajar yang terkadang terasa menjemukan bagi anak. Untuk mengatasinya maka Anda bisa memulai proses pembelajaran dengan cara mengetahui dan memahami keinginan anak sehingga Anda bisa mengikuti keinginannya tersebut terlebih dahulu.

Berikan waktu bagi anak untuk melakukan keinginannya sampai ia mulai mengucapkan beberapa kata atau kalimat. Anak pun akan semakin berkembang saat ia beraktivitas dan kegiatan akan terasa sangat menyenangkan baginya.

7. Menggunakan alat bantu.

Cara mengajar anak autis bicara dapat juga dengan menggunakan suatu alat bantu atau alat peraga. Dengan menggunakan alat bantu berupa alat peraga tentunya anak akan belajar berbicara dengan lebih antusias dan senang. Alat peraga menjadi suatu benda yang unik bagi anak dan membuat anak menjadi semakin penasaran.

Maka ia akan mencoba untuk bersuara dan berbahasa sebagai respon terhadap alat peraga yang dilihatnya. Anda juga bisa menyebutkan nama alat peraga dan meminta anak untuk mengulanginya.

ads

8. Melakukan hal yang disukai anak.

Anak penderita komplikasi autisme juga memiliki kesamaan dengan anak normal lainnya. Mereka ingin selalu melakukan aktivitas kesukaannya dan seringkali larut dalam melakukan kegiatan yang disenanginya tersebut. Oleh karena itu dalam melatih dan mengajar anak bisa saja Anda membiarkannya melakukan aktivitasnya sambil belajar berbicara.

Anda juga bisa melatih fokus anak saat ia sedang melakukan kegiatan yang disukainya. Dengan demikian maka anak bisa saja menjadi lebih semangat dan termotivasi dalam belajar bicara. Anak tidak akan mudah bosan karena ia belajar sambil melakukan hal yang sangat disukainya.

9. Membiarkan anak tetap fokus.

Saat anak autis sedang melakukan aktivitas atau kegiatan yang disukainya maka ia tentu saja akan menjadi lebih fokos pada kegiatannya tersebut. Sebaiknya berikan waktu bagi anak untuk tetap fokus pada apa yang sedang dilakukannya.

Sambil melakukan kegiatannya tersebut mungkin Anda bisa mulai menemani anak untuk bicara. Tanyakan padanya hal-hal yang berkaitan dengan kegiatannya tersebut sehingga anak mau bersuara dan berkomunikasi. Proses tanya jawab bisa terus dilangsungkan selama anak tidak merasa terganggu dan tidak menjadi marah.

10. Mempercayai anak.

Percaya kepada anak memang tidak mudah. Terlebih lagi jika anak tersebut menderita suatu jenis kelainan seperti misalnya autis. Namun bagaimanapun juga Anda perlu percaya pada anak. Anak yang membutuhkan perawatan autisme memang terkesan lebih lambat dalam hal apapun sebab tumbuh kembangnya memang mengalami gangguan.

Namun bagaimanapun juga sering kali anak autis memiliki perasaan yang sangat peka terutama pada orang-orang yang dekat dengannya. Ia bahkan bisa merasakan perasaan Anda tanpa Anda harus mengucapkannya. Oleh karena itu bangunlah kepercayaan pada anak. percayalah bahwa setiap anak pasti mampu belajar dan pada akhirnya ia mampu berbicara dan berkomunikasi dengan baik.

11. Memotivasi anak.

Motivasi sangatlah penting dan harus diberikan pada setiap anak terutama jika Anda ingin anak meraih sesuatu. Motivasi bersifat positif bagi perkembangan anak. Dengan adanya motivasi dari orang-orang yang ada di sekitarnya maka rasa percaya dirinya akan tetap tumbuh dan tidak akan hilang.

Dengan adanya rasa percaya diri maka anak akan melakukan segala sesuatu dengan lebih baik sehingga ia bisa meraih hasil yang diharapkan bersama. Berikan kata pujian pada anak dan doronglah anak untuk selalu berani dan percaya diri saat sedang berada di lingkup sosial.

Cara mengajar anak autis bicara seperti yang telah dicantumkan di atas semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda. Proses belajar bicara juga sebaiknya dilakukan dengan penuh kesabaran dengan menumbuhkan semangat belajar anak. Sehingga dengan demikian kondisi anak dapat lebih mudah untuk belajar dalam mengkomunikasikan keinginannya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Autisme