Sponsors Link

Autisme – Definisi, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Dan Pencegahannya

Sponsors Link

Autisme terkadang kita jumpai walaupun penyakit ini cukup langka. Sebagai salah satu jenis macam-macam penyakit saraf, autisme sering kali menyerang pada usia anak-anak. Oleh sebab itu informasi akan penyakit ini cukup penting. Berikut beberapa hal mengenai autisme yang perlu Anda ketahui lebih lanjut.

ads

Definisi

Autisme sebenarnya merupakan suatu jenis gangguan perkembangan otak yang dapat berpengaruh pada kemampuan penderitanya dalam melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain di sekitarnya.

Autisme dapat menyebabkan adanya gangguan pada perilaku penderitanya serta membatasi minatnya. Pada dasarnya tingkat keparahan autisme pada tiap penderita berbeda-beda.

Seorang anak bisa saja mengalami autisme ringan atau juga bisa autisme yang tergolong parah karena adanya kelainan lain pula pada penderitanya.

Autisme sendiri sering kali disebut juga dengan istilah Autism Spectrum Disorder atau ASD. Dalam hal ini penderita autisme akan mengalami kelainan neurologis dan kondisi tersebut dimulai sejak masa kanak-kanak dan akan menetap selama penderitanya masih dapat bertahan hidup.

Autisme memang cukup langka namun sebenarnya tidak sedikit dijumpai berbagai kasus autisme di sekitar kita. WHO pun menghimpun data dan menemukan hasil yang menyatakan bahwa autisme dialami oleh anak di seluruh dunia dengan rasio 1:160.

Adapun penderita autisme umumnya akan menemui kesulitan dalam memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Mereka tidak dapat bersimpati ataupun berempati.

Mereka bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya sendiri dengan baik. Oleh karena itu umumnya ekspresi wajah dan gerak tubuh maupun sentuhan seorang penderita autis terkesan selalu datar.

Gejala

Beberapa gejala dari autisme cukup bervariasi dan umumnya dialami oleh seseorang sejak ia masih kecil. Umumnya saat anak berusia 1 hingga 2 tahun gejala autisme tersebut mulai tampak dan bisa dilihat.

Gejala umumnya mengikuti tingkat keparahan dari penyakita autisme itu sendiri. Penderita autisme dengan tingkat keparahan yang tergolong ringan umumnya masih dapat melakukan aktivitas sehari-harinya secara normal.

Pada dasarnya gejala pada kasus autisme yang dialami oleh seseorang bisa saja meliputi beberapa bagian seperti halnya akibat kerusakan saraf motorik sebagai berikut.

  • Dalam hal komunikasi dan interaksi sosial, penderita autisme kehilangan kemampuannya dalam berbicara sehingga ia tidak dapat melakukan proses interaksi sosial dengan baik.
  • Penderita autisme juga cenderung lebih suka menyendiri dan menghindari kontak fisik dengan orang lain.
  • Pola perilaku tampaknya penderita autisme menunjukkan gejala sensitif yang cukup berlebihan terhadap cahaya dan sentuhan serta suara.
  • Penderita juga menjalani segala sesuatunya dengan rutin sehingga akan menjadi marah saat terdapat suatu perbedaan pada hal yang sedang dilakukannya.
  • Penderita autisme cenderung tidak dapat memberikan respon dan ekspresi terhadap segala sesuatu.
  • Penderita autisme juga cenderung mengalami keterlambatan dalam bicara sehingga ia memerlukan bantuan dalam bentuk terapi atau sejenisnya.
    Sponsors Link

Penyebab

Adapun penyebab dari autisme hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun tetap saja ada beberapa hal atau faktor yang diperkirakan akan memicu seseorang untuk menderita penyakit autisme tersebut. Faktor penyebab tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Yang pertama yaitu faktor jenis kelamin. Umumnya anak laki-laki lebih beresiko sebesar 4 kali dibandingkan perempuan dalam menderita autisme.
  • Penyakit autisme juga bisa saja dialami oleh seorang anak karena adanya faktor genetik. Autisme memang bisa saja bersifat warisan sehingga akan diturunkan oleh orang tua kepada keturunannya.
  • Selain itu faktor lain yang juga berdampak pada munculnya autisme pada seseorang antara lain kelahiran prematur lebih tepatnya saat bayi lahir di masa kehamilan sebelum 26 minggu.
  • Anak yang terlahir kembar juga beresiko mengalami penyakit autisme baik pada kasus kembar tidak identik maupun kembar identik. Pada kasus kembar tidak identik biasanya autisme yang dialami oleh seorang bayi akan berpengaruh pada kembarannya. Pengaruh autisme ini akan lebih besar pada kasus bayi kembar identik.
  • Ada pula faktor usia yang diperkirakan dapat menimbulkan penyakit autisme pada seseorang. Jika usia saat memiliki anak tergolong tua maka resiko anak untuk menderita autisme akan semakin tinggi.
  • Autisme juga bisa saja dialami oleh seorang anak yang lahir dari ibu yang suka mengonsumsi alkohol saat sedang hamil serta mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu seperti misalnya obat epilepsi kriptogenik.

Pengobatan

Penyakit autisme apda dasarnya tidak dapat disembuhkan. Namun Anda bisa melakukan berbagai macam upaya untuk mengembangkan kemampuan seseorang yang menderita autisme.

ads

Misalnya saja dengan menganjurkan penderita autisme untuk menjalani berbagai macam jenis prosedur terapi. Beberapa jenis terapi yang dapat diikuti oleh penderita autisme antara lain terapi analisis perilaku terapan. Terapi trigeminal neuralgia ini akan membantunya untuk selalu berperilaku positif di segala situasi.

Selain itu penderita autisme juga bisa saja mengikuti terapi okupasi yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuannya sehingga ia bisa menjadi lebih mandiri dalam melakukan segala sesuatu hal.

Pada terapi okupasi tentunya penderita autisme akan diajarkan dan dilatih untuk berpakaian, makan, mandi, dan melakukan interaksi dengan ornag lain.

Penderita autisme juga sangat perlu mengikuti terapi wicara karena umumnya penderita autisme tidak dapat bericara dengan sangat jelas dan tepat. Maka terapi wicara akan membantunya agar dapat berkomunikasi dengan jelas dan lancar.

Di samping itu masih ada banyak jenis terapi lainnya yang juga dapat diikuti oleh penderita autisme. Misalnya saja seperti terapi TEACCH dan juga PECS.

Penderita autisme juga bisa mengikuti terapi DIR atau floortime yang berfokus pada pengembangan hubungan emosianal yang terjadi antara anak penderita autisme dengan keluarganya.

Pencegahan

Anda dapat melakukan berbagai macam upaya untuk menghindarkan anank Anda dari penyakit autisme. Banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan.

Namun sebenarnya berbagai upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan di awal kehamilan. Sudah seharusnya seorang ibu yang sedang hamil selalu menjaga janin dalam kandungannya. Ibu harus rajin memeeriksakan kehamilannya ke dokter agar dokter dapat mengikuti setiap perkembangan janin sehingga janin dalam kandungan selalu sehat.

Ibu juga tidak seharusnya mengonsumsi alkohol dan obat-obatan lainnya yang pada akhirnya dapat menyababkan anak menderita autisme. Kandungan dan kesehatan janin pada ibu hamil juga perlu dijaga agar bayi nantinya tidak sampai lahir prematur sebab lahir prematur beresiko menimbulkan penyakit pada bayi termasuk autisme. Selain itu konsumsi makanan sehat untuk penderita stroke juga termasuk penting.

Selain itu autisme juga dapat dicegah dengan cara penggunaan metode bayi tabung. Orang tua yang sekiranya dapat mewariskan genetik autisme pada anak bisa melakukan program bayi tabung untuk menekan peluang terjadinya kelainan genetik pada anak.

Melalui program bayi tabung maka dokter bisa membantu Anda dengan menggunakan segala peralatan medis dalam mencegah autisme pada keturunan Anda. Orang tua juga bisa melakukan konseling genetik agar dapat menghindarkan anaknya dari resiko autisme.

Autisme memang tidak dapat disembuhkan. Namun penyakit tersebut dapat dicegah. Di samping itu gejala dari autisme juga dapat diminimalkan dengan berbagai cara.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Autisme